Platform Pembelajaran Interaktif
Khusus untuk Mahasiswa Keolahragaan
📌 Penting: Anda harus login dengan akun Mahasiswa Keolahragaan untuk mengakses semua materi pembelajaran
10 materi pembelajaran fisiologi yang disusun khusus untuk Mahasiswa Keolahragaan, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan.
Belajar kapan saja, di mana saja melalui smartphone atau komputer dengan tampilan yang responsif.
Pantau kemajuan pembelajaran Anda dan bandingkan dengan teman sekelas dalam satu angkatan.
Bioenergetika adalah studi tentang bagaimana energi diubah di dalam tubuh untuk mendukung fungsi sel, terutama selama latihan fisik.
Sistem endokrin memainkan peran penting dalam menjaga homeostasis selama latihan dengan mengeluarkan hormon ke dalam darah. Hormon ini bekerja secara lambat tetapi bertahan lebih lama dibandingkan dengan sistem saraf.
Sistem ini dikendalikan oleh kombinasi mekanisme lokal, saraf, dan humoral yang bekerja sama untuk mengatur aliran dan tekanan darah, memastikan fungsi dan homeostatis yang tepat.
Pengaturan pernapasan terutama dikendalikan oleh sistem saraf, khususnya batang otak, yang memantau kadar gas darah dan menyesuaikan laju dan kedalaman pernapasan.
Selama latihan akut, sistem kardiovaskular dan respirasi bekerja bersama untuk memenuhi kebutuhan oksigen otot, membuang karbon dioksida, dan menjaga homeostasis asam-basa tubuh. Respon ini melibatkan peningkatan aliran darah, ventilasi, dan efisiensi distribusi oksigen.
Latihan olahraga dirancang untuk meningkatkan kapasitas fisik, performa, dan adaptasi tubuh terhadap stres fisik tertentu. Program latihan yang efektif mengacu pada prinsip-prinsip ilmiah untuk mengoptimalkan hasil.
Latihan resistensi, seperti angkat beban, menyebabkan adaptasi fisiologis dan struktural pada otot rangka, sistem saraf, dan jaringan ikat. Adaptasi ini meningkatkan kekuatan, daya tahan otot, dan performa atletik.
Latihan aerobik dan anaerobik memberikan adaptasi fisiologis yang berbeda pada sistem kardiovaskular, respirasi, otot, dan metabolisme. Adaptasi ini meningkatkan efisiensi dan kapasitas tubuh dalam memenuhi tuntutan latihan tertentu.
Latihan di lingkungan panas dan dingin memberikan tantangan unik terhadap kemampuan tubuh untuk mempertahankan homeostasis. Termoregulasi, adaptasi fisiologis, dan risiko terkait suhu menjadi fokus utama dalam memahami respons tubuh.
Komposisi tubuh dan nutrisi sangat penting untuk mengoptimalkan kinerja atletik. Atlet perlu menyeimbangkan asupan makronutrien (karbohidrat, protein, dan lemak) untuk mendukung latihan, pemulihan, dan kesehatan secara keseluruhan. Kebutuhan nutrisi bervariasi berdasarkan faktor seperti intensitas latihan, olahraga, dan kebutuhan individu.
Bergabunglah dengan Mahasiswa Keolahragaan lainnya dan tingkatkan pemahaman Anda tentang fisiologi.